Akhir perjalanan dari Gunung Kidul, kami menyempatkan untuk singgah di sebuah pantai yang katanya si bagus banget. Ouh, benar kah?? Dengan sedikit kebingungan karena tidak hafal jalan daerah sana membuat laju motor kami tersendat setiap pertigaan maupun perempatan. Tetapi penasaran membakar semangat kami untuk segera menemukan pantai yang dalam angan terasa sejuk nan indah. Setelah melewati bukit-bukit dengan jalan berbelok-belok mulai terasa keberadaan pantai. Pantai pertama yang akan ditemui sekitar 31 menit perjalanan dari dusun Koprak, Gunung Kidul atau berkisar 1 jam 12 menit dari arah jogja setelah melewati pantai Baron dkk (Krukup & Krakap).
Angin sepoi telah menyambut kedatangan kami. Hmm,, lumayan dingin meskipun jarum jam telah menunjukkan arah 09.00 waktu setempat. Sungguh menakjubkan, pantai terindah yang pernah saya lihat waktu itu. Teman saya aja setalah parkir langsung menceburkan kaki ke pantai (tidak mandi karena dingin,hehehe..) dan saya hanya teriak puas melihatnya. Tebing, pasir butih, batu karang dan tumbuhan pantai menghiasi pemandangan kami. Bener-bener “Hawai Indonesia”. Pantai ini belum terlalu ramai, masih cukup alami dan binatang lautpun mudah ditemukan disini. Ombak yang sangat bersahabat untuk berenang, air yang bersih membuat sebuah perusahaan swasta ingin mengoptimalkan potensi pantai tersebut. We love u, sundak..
Disana juga disediakan fasilitas penginapan/hotel apabila ingin menikmati malam di pinggir pantai. Harganya relative murah, berkisar 20 – 200 ribu (informasi dari orang setempat) tentang kebenarannya tidak paham karena kami belum sempat dan tidak akan sempat untuk mengecek setiap hotel disana,hehehe.. Penginapan terletak disekitar pantai Baron atau sekitar 3 Km dari pantai Sundak. Mengapa disana? karena disana pusat keramaian dan lebih terkenal tempat wisatanya. Tetapi jangan khawatir, sekitar pantai Sundak, Anda dapat menemui Bapak Satino dengan nomor 081392265750. Beliau adalah sing baurekso pantai (halah.!), Beliau juga menyediakan penginapan yang cukup luas untuk bermalam rombongan dengan fasilitas seadaanya. Yang perlu digarisbawahi, kita cuma membayar dengan uang seadanya juga. Beliau tidak pernah menyebutkan harga yang pasti, hanya pengertian dan rasa seduluran menjadi tolak ukurnya.
Waktunya beranjak dari pantai. Ucapan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, juga terimakasih kepada semua kru dan penduduk setempat yang telah membantu kami dalam menggali informasi. Kepuasan dan sangat hepi telah membayar lunas rasa capek kami. Sampai berjumpa lagi, kami akan merindukanmu Sundak..







